|
 |
|
Friday, May 09, 2008
Mungkin kita selalu berfikir, bahwa nikmati saja hidup selagi hidup belum membawa ruh kita menuju kehidupan yang lebih jauh lagi. Namun tanpa kita sadari bahwa setelah kehidupan ini masih ada kehidupan yang lebih panjang, bukan sekedar mampir namun kehidupan yang kekal.
Kita selalu menganggap enteng perbuatan yang kita rasa kan kecil kesalahannya, namun bisa jadi kesalahan kecil tersebut malah membawa kerugian yang sangat besar. Bagaimana bisa? karena ketika kesalahan kecil kita lakukan berulang-ulang, dan terus menerus maka kesalahan tersebut menjadi banyak dan menggunung. dan ketika menggunung maka dengan apalagi kita harus membersihkannya, padahal ruh kita sudah tak lagi bersemayam di jasad ini.
Menangis, menjerit, meminta pertolongan pun tak bisa, mulut kita terkunci rapat. sedang kaki, tangan, kulit serta seluruh anggota tubuh kita berbicara, bersaksi atas semua dosa yang telah kita lakukan. Saat itu kita hanya bisa menangis, meratap serta menyesali hidup kita.. Atau bahkan berdoa... "..Ah seandainya dulu aku menjadi tanah saja..., mungkin takkan kudapati tubuh berlimang dosa.."
Berdoalah, beristighfar dan bertobatlah. semoga semua itu bisa membersihkan kesalahan-kesalahan kecil kita yang mungkin sudah menumpuk..
Ya Allah, Ampuni dosa kami... hanya kepada-Mu lah kami memohon..
Posted at 02:59 pm by nana_ch21
Permalink
Thursday, April 24, 2008
Ketika senyuman coba dihadirkan namun sungguh sakit, sakit yang sebenarnya semakin lama menggerogoti diri karena jiwa tlah lama sakit karena hati tlah lama sakit yang tertinggal hanya amukan jiwa.. Ketika senandung Al-Fatihah coba diucapkan tuk redam amarah yang ada, ketika harapan coba diungkapkan.. namun lagi-lagi hati ini terluka.. inikah bara yang tetap kan tertinggal Saat yang lain mampu diredam kalam suci Smoga bara itu tak menyala
21:23:47/ 210408
Posted at 02:32 pm by nana_ch21
Permalink
Tuesday, November 27, 2007
Ada Cinta........ada cinta... cinta yang tumbuh setelah lama bersua, berjuang, belajar, bermain, berpendapat, berbagi.....suka duka kita arungi bersama-sama..Kebersamaan yang berbalut ukhuwah...indah sekali....Ada Cinta.... di sini.....Cinta seorang sahabat..cinta seorang kakak...cinta seorang guru... cinta bagi yang telah menemukan pendampingnya di tempat ini.... yah cinta....Semua tausyiahmu tak pernah menggurui kami..kau hadir di kehidupan kami, dengan senyummu serta kelembutanmu..kau tak menghakimi kami jika kami bersalah..kau tak memaksa kami untuk semua kewajiban yang memang harus kami penuhi..kau hanya mengarahkan, caramu membelai indah hati kami...ketidakhadiran kami di majelismu menjadi kerinduan yang begitu sangat...ketidakhadiranmu di majelis kami menjadi sesuatu yang hilang di tempat ini...siang itu, semua terpana..menunduk sedih...air mata berlinangan di tempat ini......ooo sedih rasanya....kita menangis... mengingat perjalanan yang telah kita arungi bersama...kini, perpisahan pun harus kita lakukan, untuk menjadi yang terbaik..terbaik untukmu, terbaik untuk kami...walau sedih menyelimuti hati.. tapi tetap harus dialami, karena mungkin ini yang terbaik..kakakku, sahabatku, guruku....kau lah sang Murobbi tercinta, empat, lima bahkan enam dan tujuh tahun bersamamu begitu indah.. Tempat ini memang bukan segalanya, tapi kami dapat segalanya di tempat ini, bersamamu..... kami menyayangimu, dan aku tahu kau pun menyayangi kami...walau berat rasanya meninggalkanmu....tapi kami yakin kau akan memberikan kami penggantimu yang sama baiknya atau bahkan lebih darimu...Mba'ku....semoga ukhuwah kita tak berakhir di majelis ini...cinta yang muncul tak berakhir dengan di pindahkannya majelis ini bersama yang lain...Sungguh....ADA CINTA.....di Sini.............. dan kami temukan cinta bersamamu......
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
For My Sister.... Semoga Allah memberikanku kakak, sahabat, sekaligus murobbi sebaik dirimu... Kaulah kakak terbaik yang kumiliki...semoga Allah memberimu kebahagiaan di dunia dan akhirat...amin ya Allah........
Posted at 01:58 pm by nana_ch21
Permalink
Wednesday, November 21, 2007
Dia, menangis tersedu-sedu.. adilkah dunia... dia terus berkata, apakah aku pembawa sial? cerita demi cerita bergulir... kuliah pun seolah menjadi tempat yang paling buruk... katanya "Aku takkan mendapatkan apa-apa di sini" "Yah, aku hanya menghabiskan waktu dan uang ku di tempat ini.." "Aku ingin pindah ke dunia sastra yang menjadi cita-citaku" "Aku ingin keadilan, kenapa segala sesuatu selalu aku yang disalahkan" yah ungkapan-ungkapan penyesalan muncul ke permukaan..
adikku tersayang... untaian-untaian kata yang kau utarakan padaku malam itu memilukanku, sungguh mendengar ceritamu aku teringat dengan sahabat lamaku yang juga mencari keadilan itu serta ketidakpuasan akan hidupnya saat itu. Yah, dia juga seorang wanita yang sangat aku sayangi, namun sedikit terabaikan karena keegoisanku saat itu. meninggalkannya di padang pasir hanya untuk kesuksessanku mengejar cita-citaku... hingga ia melepaskan jatidirinya dan hilang bersama waktu dan tak kutemui dimana ia berada saat ini.Adikku tersayang, tahukah kau, sesungguhnya kau lebih beruntung dari puluhan, ribuan bahkan jutaan wanita yang tidak bisa menikmati hidupnya karena tidak punya ayah, ibu yang mempercayai semua aktivitas positifmu. kau masih memiliki kawan yang senantiasa mendengarkan keluh kesahmu, kau memiliki saudara-saudara yang peduli padamu, mereka yang siap membantumu di kala sedihmu dan mereka yang mau tersenyum di kala senangmu walaupun mereka tak memiliki hubungan darah denganmu.Laa Tahzan ya Sis, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan", percayakah kau? coba kau ingat betapa susahnya hidup Rasulullah saat itu, seandainya saja Nabi Muhammad putus asa saat itu, apakah kita bisa menikmati nikmat Islam saat itu, seandainya saja Thomas Alfa Edison saat itu menyerah dalam setiap kegagalannya menemukan lampu listrik(Betul kan y ), maka apakah kita bisa menikmati pijarnya lampu saat ini? tapi kita tak bisa berandai-andai kembali ke masa lalu. Kita hanya bisa menapaki hidup kita saat ini, dan apa yang akan terjadi dengan kehidupan kita mendatang.
Semua adalah pilihan, Putus asa juga pilihan, tapi Bangun dari keputus asaaan juga pilihan.. Apakah kita akan tenggelam bersama keputusasaan kita, atau kita bangun dan mulai bergerak dan yakinlah bahwa "Sesudah Kesulitan itu ada kemudahan". dan Janji-Nya itu pasti. Percaya deh.. Kobarkan kembali SEMANGATmu, dan pertahankanlah dengan azzammu. karena ku yakin Kau Kan Bisa melalui badai yang sedang menerpamu saat ini.
>>Surat untuk Adikku...<<< Masih inget kan dengan semua kemudahan yang 4WI berikan Saat-saat kau menunggu matahari terbit
 dan biarkan sinar matahari itu menghangatkan hidupmu
Posted at 10:51 am by nana_ch21
Permalink
|
|
|